Peranan Teknologi Modern Untuk Meningkatkan Pendidikan

Memasuki abad Tekologi Informasi dan Komunikasi sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan akan pentingnya peningkatan kualitas Pembelajaran. Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran kita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Terutama penerapan high tech dan high touch approach. System teknologi informasi dalam pendidikan member jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efisien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan sengan perkembangan teori komunikasi dan teknologi yang menunjang terhadap praktek kegiatam pembelajaran. Pembelajaran berbaris multimedia seperti : pembelajaran berbaris kompoter (PBK), pembelajaran berbaris web (e-learning), pembelajaran berbantukan computer (CAI), pembelajaran berbaris AVA merupakan bentuk pemanfaatan TIK yang perlu dilaksanakan dalam dunia pendidikan dewasa ini.

Perkembangan Teknologi Pembelajaran (TIK) telah memberikan konstribusi terhadap terjadinya revolusi dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Recolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan televise untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya Teknologi Informasi dan Komuniksi, khususnya computer dan internet untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

PERANAN TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS
Peranan teknologi pembelajaran sebagi suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oeh landasan teori dan praktek yang kokoh juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasn bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.

Komponen Teknlogi Pembelajaran, meliputi :
1. Teori dan Praktek

Teori tediri dari konsep, bangunan (konstruk), prinsip dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap khasanah pengetahuan. Sedangkan praktek merupakan penerapan pengetahuan tersebut dalam memecahkan permasalahan. Praktek juga dapat member konstribusi kepada pengetahuan melalui informasi yang didapat dari pengalaman.

http://volimaniak.blogspot.com/2. Disain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan dan Penilaian.

Kawasan disain merupakan sumbangan teoritik terbesar dari teknologi pembelajaran untuk bidang pendidikan yang lebih luas. Demikian pula kawasan pengembangan telah menjadi matang dan memberikan sumbangan terbesar untuk praktek. Sebaliknya, kawasan pemanfaatan secara teoritis maupun praktis masih belum berkembang dengan baik. Meskipun berbgai usaha telah dilakukan dalam bidang pemanfaatan media pembelajaran keadaanya masih tetap saja kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kawasan pengelolaan selalu ada dalam dalam bidang karena sumber untuk menunjang berlangsungnya tiap fungsi harus diorganisasikan dan diawasi (dikelola). Kawasan penilaian masih menggantungkan diri pada penelitian dari bidang lain. Sumbangan utama bidang studi ini adalah evaluasi formatif.

3. Proses dan Sumber

Proses adalah serangkaian operasi atau kegiatan yang diarahkan pada suatu hasil tertentu. Pengertian proses mencakup tata urutann yang terdiri dari masukan, kegiatan dan keluaran. Sedangkan sumber ialah asal yang mendukung terjadinya belajar, termasuk system pelayanan, bahan pembelajran dan seting lingkungan. Sumber belajar tidak terbatashanya bahan dan alat yang digunakan dalam prses pembelajaran, namun juga mencakup tnaga, biaya dan fasilitas. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu setiap orang untuk belajar sehingga mampu menampilkan kompetensinya atau mengaktualisasikan kemampuannya.

4. Untuk Keperluan Belajar

Tujuan teknologi pembelajaran adalah untuk memacu (merangsang) dan memicu (menumbuhkan) belajar. Dalam definisi disebutkan bahwa belajar menyangkut adanya perubahan yang relative permanen pada pengetahuan atau perilaku seseorang karena pengalaman (Meyer, 1982:1040(. Menurut Berlo (1960) unsure-unsur pada proses belajar dengan proses komunikasi sejalan. Pada komunikasi, pesan diolah dan disalurkan yang kemudian diterima dan diberi makna serta disalurkan kembali sebagai umpan balik (feed back) kepada pengirim pesan. Sedangkan pada proses belajar, orang menganggapi, menafsirkan dan merespon terhadap rangsangan dan mengambil pelajaran dari akibat tanggapan tersebut.

Peranan Teknologi pendidikan juga bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses teknologi dan sumber daya secara tepat.

1. Studi dan Etika Praktek
Studi mengacu pada pengumpulan informasi dan analisis melampaui konsep penelitian tradisional. Hal ini dimaksudkan untuk mencakup penelitian kuantitatif dan kualitatif serta bentuk-bentuk lain dari penyedian disiplin seperti teori, analisis pilosofis. Penelitian sejarah, proyek pembangunan, kesalahan analisis, system analisis, dan evaluasi. Selain itu teknologi pendidikan juga sangat memperhatikan standard an prilaku para teknolog pendidikan itu sendiri. Etika kontemporer teknologi pendidikan mewajibkan untuk mempertimbangkan peserta didik, lingkungan untuk belajar, kebutuhan dan “kebaikan” untuk masyarakat ketika mereka mengembangkan praktek-praktek mereka.

2. Memfasilitasi Pembelajran dan Meningkatkan Kinerja

Lingkungan kognitif dan alat-alat teknologi pendidikan membantu merancang dan menggunakan apa yang telah diciptakan untuk membimbing peserta didik, untuk membuat kesempatan belajar yang tersedia, dan untuk membantu peserta didik dalam menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Di mana presentasi, latihan dan praktek secara tepat menekankan, pelajar harus tetap hadir dalam kegiatan/proses pembelajaran dan mengambil makna dari kegiatan tersebut.

Memfasilitasi belajar meliputi tugas merancang/mendesain lingkungan, mengelola sumber belajar serta melengkapi dengan perangkat belajar itu sendiri. Dalam teknologi pendidikan, untuk memperbaiki kinerja paling sering mensyaratkan adanya klaim efektivitas. Efektivitas sering menyiratkan efisiensi, yaitu hasil yang dicapai dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya. Tapi apa yang efisien tergantung apa tujuan yang dituju. Jadi desain bagaimanapun, akan tetap harus direncanakan untuk teradinya kegiatan belajar dengan kerangka waktu tertentu dengan tujuan dalam pikian dan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

3. Menciptakan, Menggunakan, dan Mengelola Proses Teknologi dan Sumber Daya Secara Tepat

Ada tiga fungsi utama yang merupakan bagian integral konsep teknologi pendidikan, yaitu menciptakan, menggunakan dan mengelola. Fugsi ini hanya dapat dilihat sebagai rangkaian terpisah kegiatan yang mungkin dilakukan oleh orang yang berbeda pada waktu yang berbeda. Mereka juga dapat dilihat sebagai tahapan proses yang lebih besar dari pengembangan instuksional. Pendukung dari pendekatan system pengembangan instruksional akan melangkah lebih jauh untuk menentukan bahwa fungsi-fungsi ini disertai dengan proses evaluasi pada setiap tahap. Pemantauan keputusan dan mengambil tindakan korektif di setiap tahapan adalah atribut penting dari pendekatan system.

Selanjutnya ketiga hal tersebut mengadopsi istilah efektif dan efisien, efektif maksudnya teknologi pendidikan harus tepat guna dan bermanfaat. Sedangkan efisien mencerminkan factor ekonomis yang terkandung dalam teknologi pendidikan yang menunjukan biaya (dari yang termurah hingga yang tertinggi), waktu mulai dari yang terjadwal hingga tanpa jadwal, dari lama hingga yang paling singkat. Efisien berarti pula SDM yang terlibat di dalamnya dioptimalkan peranan dan keprofesiannya dengan baik.

TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Teknologi dalam pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting dari teknologi pendidikan. Secara historis, banyak perguruan tinggi yang secara evolusif mengembangkan unit radio visualnya menjadi unit teknologi pendidikan. Dengan cara melakukan pemilihan yang tepat terhadap hardware dan software yang digunakan, sangat memungkinkan untuk meningkatkan efisiensi atau kualisas belajar dalam situasi tertentu. Inilah cikal-bakal dari pengembangan teknologi pendidikan seperti yang akan kita lihat nantinya.
a. Meningkatkan kualitas belajar atau penguasaan materi blajar
b. Mempersingkat waktu yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan dalam belajar
c. Meningkatkan kemampuan guru, dalam arti guru dapat lebih memperhatikan siswa satu-persatu dalam julah siswa yang relatif banyak tanpa mengurangi kualitas belajar mengajar.
d. Mengurangi biaya, tanpa mempengaruhi kualitas belajar.

Itulah sedikit dari volimaniak yang bisa saya sampaikan mengenai peranan teknologi dalam dunia pendidikan. alangkah majunya pendidikan di indonesia jika para pendidik bisa menerapkan teknologi dan menggunakan sesuai dengan fungsi dan tujuan utama dari pendidikan. bisa dipastikan pendidikan di indonesia akan lebih maju. Setelah pencapain penggunaan teknologi ini secara tidak langsung akan mencapai kualitas pendidikan yang profesionalisme. dan peningkatan mutu pendidikan di indonesia.
 terimakasih, semoga bermanfaat

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

0 Response to "Peranan Teknologi Modern Untuk Meningkatkan Pendidikan"

Post a Comment

Terimakasih kunjungan anda. ( Fast Respont comment dengan akun google anda )

Jadilah Pembaca Yang Bijak Dengan meninggalkan jejak jika Artikel di volimaniak membantu anda

Aturan Koment :
> No link aktif ( Link aktif Tidak akan di tampilkan )
> sesuai topik Artikel
> kritik dan saran membangun
> seputar pertanyaan
> Saya akan berkunjung balik ke blog sobat secara rutin

Mohon maaf jika koment di balas telat

Admin ucapkan terimakasih atas kunjungan anda dan support anda untuk kemajuan blog ini.

close