Teknik Dasar Atletik Nomor Lari 100 Meter

Teknik Dasar Atletik Nomor Lari 100 Meter ~ Setelah kemarin kita mempelajari sejarah dari atletik, tiba saatnya buat anda semua mengetahui atau mengenal tehnik dasar pada atletik khususnya nomor lari jarak 100 meter / pendek / sprint. Pada dasarnya pada atletik nomor lari memiliki tehnik dasar yang hampir sama dari semua cabang atletik nomor lari. yang membedakan cuma jarak tempuh, halangan serta daya tahan.

Pada atletik nomor lari 100 meter ini lebih cenderung membutuhkan kecepatan daripada daya tahan. karena pada perlombaan lari 100 meter / sprint tidak membutuhkan waktu yang lama, melainkan hanya beberapa detik saja. untuk itu anda harus mengenal bagaimana dan apa saja yang terpenting dalam mendalami atletik nomor lari ini. pada atletik nomor lari 100 meter ini memiliki 3 tehnik penting yang wajib di pelajari dan akan volimaniak bahas pada kesempatan kali ini. ok langsung saja berikut rinciannya :

Tehnik Dasar Atletik Nomor Lari 100 Meter



A. Teknik Start Lari 100 Meter

http://volimaniak.blogspot.com/Dalam perlombaan lari dikenal 3 macam start, yaitu start jongkok (crouching start) digunakan pada lari jarak pendek, start berdiri (standing start) di gunakan pada lari jarak menengah, jarak jauh dan marathon. Start melayang (flying start) digunakan lari sambung atau estafet oleh pelari kedua dan pelari berikutnya.

Teknik start jongkok mempunyai 3 macam posisi start yang dilakukan pada block start, yaitu:


a) Short Startbunc Start (Start Pendek)

Posisi start ini diukur 16 inci dari garis start sampai dengan block start depan. Saat jongkok lutut kaki belakang berada di depan ujung kaki yang lain. Apabila berdiri, ujung kaki belakang akan terletak kira-kira disamping tumit. Start ini dapat menghasilkan kecepatan yang tinggi, tetapi bagi anak-anak start ini kurang sesuai karena dengan posisi kaki yang berdekatan, peranan kedua tangan akan terasa lebih berat, maka start pendek ini akan sesuai dipakai pada atlet yang sudah terlatih.

b) Medium start (start menengah)

Posisi start ini diukur 21 inci dari garis start sampai dengan block start depan, Saat berjongkok lutut kaki belakang kira-kira berada di samping lekukan telapak kaki depan. Start ini juga biasa menghasilkan kecepatan yang tinggi. Pada posisi ini atlet dapat mengeluarkan tenaga yang besar untuk melesat dari block start, dengan kecepatan yang tinggi, sehingga posisi start ini banyak digunakan oleh para atlet.

c) Long start (start panjang)

Posisi start ini diukur 21 inci dari garis start sampai block start depan, dengan jarak 26 inci diantara block. Saat berjongkok lutut kaki belakang berada disamping atau kira-kira segaris dengan tumit kaki depan atau letak lutut lebih mundur lagi, kedua telapak kaki saling berjauhan. Start ini kurang menguntungkan. Pelari yang berkaki panjang biasanya sesuai dalam memakai start ini.

Adapun gerakan aba-aba “Siap” lari jarak pendek 100 meter adalah :
atletik lari 100 meter

a) Pada aba-aba “bersedia” atlet mulai menempatkan diri pada block start, dengan kedua kaki bertumpu pada block start, dan lutut kaki belakang diletakan ditanah, pada saat yang sama tangan diletakan dibelakang garis start, kurang lebih selebar bahu, dengan ujung-ujung jari menyentuh tanah, antara ibu jari dan telunjuk membentuk seperti huruf V, kepala relak dengan pandangan mata kedepan

b) Pada aba-aba “siap” lutut diangkat dari tanah sedemikian rupa sehingga kedua kaki sama-sama menjadi sedikit bengkok, untuk idealnya menurut Vern Gambetta, lutut depan membentuk sudut 90 derajat, dan lutut belakang membentuk sudut antara110 sampai 120. Dan kaki kaki tersebut menekan pada balok, pinggul menjadi naik sedemikian rupa sehingga lebih tinggi dari bahu yang letaknya berada diatas tangan, lengan di pertahankan lurus dengan berat badan dibebankan merata kepada semua titik tumpu, punggung tidak boleh tinggi dari bahu dan dicari posisi mana yang paling enak untuk dapat melesat secepatnya dari balok start dan pandangan mata melihat kedepan, kurang lebih 1,5meter didepan garis start.

c) Pada saat pistol bunyi atau aba-aba “ya”, si atlet dengan reaksi yang cepa bertolak dari balok start, pada saat yang sama mengangkat tangan dari tanah, yang mengakibatkan ketidakseimbangan badan sebagai tahap awal dari gerakan start, kaki belakang dalam keadaan bengkok bergerak maju, kaki yang lain diluruskan dengan kuat untuk memberikan daya dorong kedepan, kedua lengan memberikan imbangan gerak terhadap kedua kaki dan membantu memberikan daya selama gerakan lari.

B. Teknik Lari Jarak Pendek 100 Meter


Pada teknik lari jarak pendek ada 3 macam bagian yang harus diperhatikan, yaitu: langkah kaki, ayunan lengan serta kecondongan badan.

teknik dasar atletik lari 100 meter

1. Langkah Kaki

Gerakan lari secara keseluruhan dimulai dengan tanah kembali, siklus keseluruhan dimulai saat dimana satu kaki melangkah menyentuh tanah, dan sampai kemudian menyentuh lagi, jadi terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

a. Tahap melangkah (drive)

Mata kaki dan lutut diangkat pada saat titik berat badan bergerak didepan kaki yang menumpu, dan mendorong pinggul kedepan. Kaki yang melangkah ditekuk dan bergerak kedepan dan keatas, ekstensi maksimum dari kaki yang melangkah bersamaan dengan gerak mengangkat paha dari kiri, ekstensi tersebut kedepan sampai kejari jari kaki.

Kedua lengan mengayun memberi imbangan gerak terhadap kedua kaki, titik maksimum gerakan ini bersamaan pula dengan gerak dorong akhir, sehingga bila siku berada dititik jauh dibelakang, lutut yang satunya akan mencapai tinggi maksimum didepan badan, ayunan tangan kedepan kearah hidung serta ayunan kebelakang agak keluar dengan siku ditekuk membuat sudut kira-kira 90 derajat.

b. Kontak (contact)

Kontak dengan tanah untuk lari jarak pendek khususnya lari jarak 100 meter berbeda dengan lari jarak jauh dan menengah. Pada lari jarak jauh dan menengah kontak terjadi saat telapak kaki menyentuh tanah, sedangkan kontak pada saat lari jarak 100 meter terjadi pada saat bola kaki menyentuh tanah.

c. Support

Pada saat yang sama lutut sedikit dibengkokan sebagai persiapan untuk melangkah, sedangkan lutut yang lainya ketika bergerak kedepan terus dibengkokan (jaga keseimbangan dengan kecepatan) sampai ini menjadi kaki tumpu (dibawah titik berat badan), dan diteruskan bersama dengan pinggul bergerak kedepan pada saat rilek pada saat kaki tumpu menjadi kaki dorong. Ayunan kedua tangan tetap kearah hidung.

d. Tahap pemulihan (recovery)

Sekali gerak melangkah itu selesai, sentuhan pada tanah yang dibuat oleh tungkai selesai juga, dan titik pusat berat badan tetap diproyeksikan pada satu garis lurus kedepan (bukan parabola), tungkai yang telah melangkah secara otomatis akan terangkat kebelakang, sedangkan tungkai yang lain kedepan dan mulailah terbentuk tarikan yang aktif ketika tungkai mulai menyentuh tanah.

Tungkai belakang membuat gerakan rotasi yang berulang ulang dan lengan berayun dengan arah yang berlawanan. Siklus ini dapat disebut suatu gerakan rilek dalam saaat melayang atau tahap pemulihan.

2. Ayunan Lengan

Ayunan lengan pada lari jarak pendek gerakannya lebih keras dibandingkan dengan lari jarak menengah dan jauh karena dipengaruhi oleh kecepatan yang tinggi, sehingga secara otomatis ayunan lengan akan lebih keras dan lebih tinggi juga frekwensinya dan lebih banyak di bandingkan dengan lari jarak menengah dan jauh. Ayunan tangan harus kuat agar keseimbangan titik terganggu, ayunan tangan ini mengarah kedepan hidung serta ayunan kebelakang agar keluar dengan siku ditekuk membentuk sudut 90 derajat.

3. Kecondongan Badan

Pada lari jarak pendek posisi badan condong kedepan, tidak membungkuk dan juga tidak membusungkan dada, pandangan tidak terlalu jauh kedepan, sebaiknya kurang lebih 5 sampai 10 meter kedepan (Yusuf Adisasmita, 1992:40)

Namun pada kenyataannya pada atlet kelas dunia, seperti Carl Lewis dan Ben Johnson, posisi badan tidak condong kedepan, namun cenderung hampir tegak, hal ini bisa terjadi karena dipengaruhi oleh kecepatan lari yang sangat tinggi, sehingga secara otomatis badan akan tegak dalam melakukan lari jarak pendek 100 meter tersebut.

C. Teknik Finish

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pelari pada waktu melewati garis Finish, diantaranya:
  1. Lari terus tanpa mengubah sikap lari
  2. Dada dicondongkan kedepan, tangan kedua-duanya diayunkan kebawah belakang, di Amerika lazim disebut “the lunge” atau merobohkan diri.
  3. Dada diputar dengan ayunan tangan kedepan atas, sehingga bahu sebelah maju kedepan.
Cara yang paling baik untuk memasuki garis finish adalah dengan cara dada dicondongkan kedepan, tangan diayunkan kebelakang, karena cara ini paling efektif dan biasa dilakukan oleh atlet-atlet lari jarak pendek 100 meter.

Demikianlah pembahasan singkat dari volimaniak mengenai teknik dasar atletik nomor lari 100 meter, semoga bisa berguna bagi anda yang membutuhkannya dan tidak lain tujuan utama adalah menambah pengetahuan kita dalam bidang olahraga. semoga bermanfaat, terimakasih

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

32 Responses to "Teknik Dasar Atletik Nomor Lari 100 Meter"

  1. saya gak bisa membayangkan,bagaimana perihnya mata membuat artikel banyak setiap hari kang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Puranama kan suka olahraga, jadi sehat selalu dan menciptakan artikel-artikel banyak setiap hari :)

      Delete
    2. heheeh mas rip bisa aja deh, wong buat aja tinggal mengeluarkan unek unek yang ada di pikiran kok

      Delete
    3. hehehe benar banget mas danish, kalau untuk mata ya saya di depan lepi seharian gak masalah tuh,

      Delete
    4. iya mas orang kita hanya perlu menuangkan ide.namun yang bermasalah adalah merangkai kata.

      Delete
    5. nah itu merangkai kata memang susah mas, tapi selama kita membiasakannya tidak begitu sulit kok mbah

      Delete
  2. kunci suksesnya ada di latihan rutin ya mas,biar makin bagus hasilnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas, fokus dan selalu mempercepat langkahnya

      Delete
  3. lari aja ada tekniknya ya mas pur.hehe
    jadi inget jaman sekolah kalo olahraga biasanya disuruh pakai teknik gtu..
    mungkin biar keliatannya kaya atlet kali yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe gak cuma kayak mas, itu untuk memaksimalkan larinya dan juga untuk menghindari cedera juga

      Delete
    2. oh gitu ya mas, kirain saya biar keliatan atlet nya :D
      makasih ya infonya :)

      Delete
  4. Teknik yang sering untuk lomba nih.. Pernah saya liat waktu sekolah ada lomba lari,, startnya langsung gitu, asal-asalan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya akan kurang maksimal mas kalau asal-asalan, bisa di bilang ada kecurangan curi start atau yang lainnya, kalau dalam dunia olahraga kurang sportif

      Delete
  5. ternyata start aja ada tekniknya ya mas...saya kira hanya tau bagaimana start lalu lari sekencang-kencangnya....makasih mas ilmunya. jadi faham sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mas, saya juga baru tau sekarang.

      Delete
    2. iya mbah, memang olahraga apapun itu ada teknik dan aturannya, hal ini untuk menjaga sportifitas

      Delete
    3. pada rombongan nih ceritanya mas

      Delete
  6. Saya kira lari itu hanya membutuhkan speed yang maksimal, ternyata ada tekniknya ya... kenapa telapak kakinya dimiringkan seperti itu pas mau start

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga mas, kirain cuman perlu kenceng aja lai nya.. hehe

      Delete
    2. biar larinya semakin cepat mas fazri, karena dengan kecondongan badan tertentu secara otomatis akan memaksa seluruh anggota tubuh untuk semakin kencang larinya

      Delete
    3. heheeh selain butuh speed lari juga butuh teknik yang mapan mas wky

      Delete
  7. waduh, nggak nyangka juga ya banyak banget teknik nya,
    padahal ya, waktu SMP dulu saya pernah ikut lomba Atletik nomor lari 100 meter, tingkat kecamatan sih.. wkwkwk
    tapi hanya beberapa saja yang sempat saya kenal tekniknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hem iya mas, tergantung cabang larinya juga kok mas tekniknya lari

      Delete
  8. Cocok nih di terapkan, kebetulan biasa lari sore.

    ReplyDelete
  9. tekniknya kalau salah pasti berakibat fatal

    ReplyDelete
  10. Mas pur.. aku kuat lari itu hanya 10 meter itu juga udah ngos-ngosan banget apalagi kalau 100 meter. NGGAK KUAAAAAAAAAAAT :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakaa masak sih mbak,latihan fisik lagi donk biar kuat fisiknya

      Delete
    2. Iya nih udah beberapa bulan belum olahraga lagi duhhh :D

      Delete
    3. hem ayo olahraga lagi mbak

      Delete

Terimakasih kunjungan anda. ( Fast Respont comment dengan akun google anda )

Jadilah Pembaca Yang Bijak Dengan meninggalkan jejak jika Artikel di volimaniak membantu anda

Aturan Koment :
> No link aktif ( Link aktif Tidak akan di tampilkan )
> sesuai topik Artikel
> kritik dan saran membangun
> seputar pertanyaan
> Saya akan berkunjung balik ke blog sobat secara rutin

Mohon maaf jika koment di balas telat

Admin ucapkan terimakasih atas kunjungan anda dan support anda untuk kemajuan blog ini.