Hadapi MEA, Standar Mutu Sekolah Jadi Salah Satu Perhatian Mendikbud

Berita pendidikan | Persaingan pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan semakin meningkat. Ini karena MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional. Pendidikan sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi jawaban terhadap kebutuhan tersebut. Oleh karena itu meningkatkan standar mutu sekolah menjadi keharusan agar lulusannya siap menghadapi persaingan.    
“Letak sekolah boleh di kampung, tetapi standar tidak boleh kampungan. Jadi kita akan tingkatkan terus standarnya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan saat menerima Gatra di ruang kerjanya, Jumat (30/1).

Hadapi MEA, Standar Mutu Sekolah Jadi Salah Satu Perhatian Mendikbud


http://www.volimaniak.com/Mendikbud mengatakan, meningkatkan standar mutu sekolah salah satunya dengan menguatkan aktor pendidikan, yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua. Menurutnya, kepemimpinan kepala sekolah menjadi kunci tumbuhnya ekosistem pendidikan yang baik. Guru juga perlu dilatih dengan metode yang tepat, yaitu mengubah pola pikir guru dengan rangsangan-rangsangan seperti akupuntur. “Dalam metode akupuntur itu kan titiknya kecil dan tidak sakit, tetapi efeknya sistemik. Guru harus mau menjadi sosok menyenangkan dan diingat siswanya,” ujar Mendikbud.


Orang tua juga menjadi pendidik terpenting bagi anaknya. Sayangnya, orang tua terkadang menjadi bagian yang tidak tersiapkan. “Banyak orang tua kita yang tidak mampu mendidik anaknya. Contoh paling mudah adalah bagaimana mengelola tontonan televisi bagi anak. Mereka lebih nyaman membiarkan anaknya diam di depan TV ketimbang main lumpur di luar rumah. Maka, peran orang tua harus diperkuat,” tuturnya.
Selain itu, untuk semakin memperkuat daya saing SDM Indonesia menghadapi MEA, Mendikbud berpesan agar setidaknya para siswa menguasai tiga bahasa: bahasa ibu (daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa internasional. “Kemampuan komunikasi ini juga sangat penting,” katanya.

Lebih jauh Mendikbud menuturkan, hasil ujian nasional (UN) juga bisa digunakan untuk meningkatkan daya saing. Itu karena hasil UN setiap siswa akan dijabarkan dengan lebih terperinci. Dalam surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN), selain mengetahui nilainya, siswa juga bisa mengetahui posisinya di rata-rata sekolah dan secara nasional.

“Jadi kita bisa membandingkan antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Kalau kita ingin menang di standar internasional, minimal kita menang di standar nasional. Dengan UN kita bisa tahu posisi kita di tingkat nasional,” tutur Mendikbud.

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

4 Responses to "Hadapi MEA, Standar Mutu Sekolah Jadi Salah Satu Perhatian Mendikbud"

  1. Semoga generasi penerus bangsa menjadi generasi yang cerdas dan produktif ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin mas, harusnya memang pemerintah selalu memperhatikan pendidikan di indonesia agar tidak kalah sama negera lain

      Delete
  2. standar mutu skolah memang harus sangat di perhatikan yah mas oleh pemerintah agar penerus bangsa ini makin baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, kadang peningkatan standar mutu pendidikan malah dijadikan hal yang berat bagi peserta didik dan guru, padahal dari dulu pendidikan yang harus diutamakan

      Delete

Terimakasih kunjungan anda. ( Fast Respont comment dengan akun google anda )

Jadilah Pembaca Yang Bijak Dengan meninggalkan jejak jika Artikel di volimaniak membantu anda

Aturan Koment :
> No link aktif ( Link aktif Tidak akan di tampilkan )
> sesuai topik Artikel
> kritik dan saran membangun
> seputar pertanyaan
> Saya akan berkunjung balik ke blog sobat secara rutin

Mohon maaf jika koment di balas telat

Admin ucapkan terimakasih atas kunjungan anda dan support anda untuk kemajuan blog ini.