Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN

Berita Pendidikan | Setelah pada kesempatan yang lalu volimaniak sudah memberikan informasi terkait UN ( ujian nasional ) yang intinya bahwa kebijakan pemerintah mengenai UN yang menginfokan bahwa kelulusan ujian nasional di tentukan oleh sekolah, kali ini volimaniak ingin share informasi terkait ujian nasional yang bersumber dari Jpnn.com yaitu Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN, untuk info detailnya silahkan di baca dengan baik-baik.

Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Muhammad Nasir memastikan, nilai ujian nasional tidak dipakai dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN.

Dengan keputusan itu, Nasir mengatakan segera mengoreksi Peraturan Menristek-Dikti tentang penerimaan mahasiswa baru. Sebab dalam peraturan ini, Nasir menetapkan bobot nilai unas dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN sebesar 10 persen.

Pertimbangan lainnya dari nilai rapor semater I sampai V, catatan prestasi akademik lainnya, serta pertimbangan lain yang ditetapkan rektor.

http://www.volimaniak.com/"Aturan itu sudah tidak berlaku. Segera saya terbitkan peraturan baru," katanya di kantor Ditjen Dikti Kemenristek-Dikti, Jakarta kemarin (12/2).

Dia menjelaskan, pertimbangan kelulusan SNM PTN tahun ini tinggal dari rekaman nilai rapor, catatan akademik lain, serta indikator-indikator lain yang ditetapkan majelis rektor PTN.


Nasir tidak menampik bahwa akhir-akhir ini para rektor PTN berdebat sangat alot. Diantara materi perdebatannya adalah, di SMA saja nilai unas tidak dipakai sebagai pertimbangan kelulusan. Lantas kenapa para rektor PTN dipaksa untuk menjadikan nilai unas sebagai salah satu pertimbangan kelulusan SNM PTN.

Meski telah memastikan nilai unas tidak dipakai sebagai penentu kelulusan SNM PTN, Nasir mengatakan pelaksanaan unas harus kredibel dan serius. Sebab Kemenristek-Dikti bersama para rektor PTN akan meneliti sebaran nilai Unas 2015.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan, akan meneliti korelasi nilai unas dengan nilai rapor di setiap daerah hingga sekolah.

"Apakah korelasinya negatif atau postif," ujarnya. Korelasi keduanya positif jika rata-rata nilai rapor dan nilai unas sama-sama bagus atau sama-sama jelek. Sedangkan korelasi negatif jika rata-rata nilai unas bagus-bagus, tapi nilai rapor jelek-jelek. Atau sebaliknya, nilai unas jelek-jelek tetapi nilai rapornya bagus-bagus.

Jika korelasi nilai unas dengan nilai rapor positif, Nasir mengatakan tahun depan tidak menutup kemungkinan kebijakannya diganti lagi. Yakni menggunakan nilai unas sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN. Sebaliknya jika korelasi keduanya negatif, berarti ada potensi kecurangan saat pengisian nilai rapor. Atau bisa juga kecurangan dalam pwnyelenggaraan unas.

Dengan keputusan final ini, nilai unas sama sekali tidak bisa menggugurkan ketetapan kelulusan SNM PTN. Siswa yang ditetapkan lulus SNM PTN pada 9 Mei, hanya bisa dianulir jika dia dinyatakan tidak lulus sekolah (SMA/sederajat) pada 18 Mei.

Sebab tidak mungkin ada mahasiswa yang tidak lulus sekolah. Perlu diingat sekarang tidak ada lagi istilah tidak lulu atau lulus unas.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengaku belum mendengar langsung keputusan dari Menristek-Dikti terkait posisi nilai unas dengan SNM PTN.

"Saya tidak mau berandai-andai," katanya. Nizam hanya mendengar, muncul dukungan dari DPR supaya nilai unas tetap dipakai sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN.

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

10 Responses to "Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN"

  1. Ini mempermudah sekaligus memperketat persaingan lulus SNM PTN...Nilai rapor semester ternyata cukup menentukan ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya pak, semoga bisa terlaksana progam UN dari pemerintah

      Delete
    2. Membingungkan untuk orang tua juga bro

      Delete
    3. mnding UN dihapus aja, lebih baik seleksi yang ketat di PTN..

      Delete
  2. hem itu kebijakan pemerintah mas, kita hanya bisa menunggu saja

    ReplyDelete
  3. yang menjadi masalah kan semua universitas atau institut di indonesia selalu melihat hasil UN dalam menjaring calom UMPTN dan mejadi prioritas tersendiri walau harus emalui tes lagi...sementara kalau saya pribadi lebih setuju kalau UN dihapuskan...karena banyak bikin siswa stress dan kayak ketakutan..seakan UN adalah malaikat pencabut masa depan mereka, sehingga banyak orang menganggap kalau UN adalah dewa keberhasilan dari masa depan anak...padahal tidak seperti itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, memang kadang siswa yang pintar kadang tidak lulus, harusnya ada nilai lebih yang di jadikan patokan kelulusan berdasarkan prestasinya

      Delete
  4. Mas bagaimana klo nilai di rapot ada yg turun dari semester sblmnya apa msh bisa ada kemungkinan masuk snmptn?

    ReplyDelete
    Replies
    1. MASIH BISA MAS, KAN YANG PENTING STANDAR NILAI NYA MASIH MEMENUHI

      Delete

Terimakasih kunjungan anda. ( Fast Respont comment dengan akun google anda )

Jadilah Pembaca Yang Bijak Dengan meninggalkan jejak jika Artikel di volimaniak membantu anda

Aturan Koment :
> No link aktif ( Link aktif Tidak akan di tampilkan )
> sesuai topik Artikel
> kritik dan saran membangun
> seputar pertanyaan
> Saya akan berkunjung balik ke blog sobat secara rutin

Mohon maaf jika koment di balas telat

Admin ucapkan terimakasih atas kunjungan anda dan support anda untuk kemajuan blog ini.