Pengiriman Naskah UN SMA/SMK Sudah mencapai 87,93%

UN SMA/SMK ~ Tak terasa buat adek-adek semua khususnya untuk tingkat SMA/SMK yang sebentar lagi akan segera melakasanakan tugas penting UN pada bulan april mendatang, kini pemerintah sudah siap dengan beberapa soal UN yang siap dikirim ke sekolah penyelenggara UN tingkat SMA/SMK, untuk lebih jelasnya berikut informasi dari kemdikbud mengenai Pengiriman Naskah UN SMA/SMK Sudah mencapai 87,93%.

Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ingin memastikan proses pencetakan naskah Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015 berjalan lancar. Berdasarkan data monitoring sampai dengan hari Jumat (20/03/2015) pukul 10:12 WIB sebanyak 87,93 persen naskah Ujian Nasional (UN) SMA/SMK telah siap kirim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan, proses monitoring pencetakan naskah UN terkait dengan pengadaan bahan ujian di percetakan dan distribusi. Monitoring, kata dia, juga dilakukan melalui kamera CCTV yang berada di kantor Kemendikbud.   “Di ruang kontrol di monitor secara reguler. Kita ingin proses ini transparan,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kemendikbud, Jakarta, (20/03/2015).

http://www.volimaniak.com/

Mendikbud merinci, jumlah naskah UN untuk SMA yang siap dikirim sebanyak 90,98 persen, sedangkan untuk SMK sebanyak 78,48 persen. Adapun untuk SMP sebanyak 12,18 persen. “Sampai minggu lalu naskah UN untuk SMP belum banyak dicetak karena waktu pelaksanaan UN SMP masih lama,” katanya.

Target naskah UN yang dicetak untuk SMA sebanyak 12.524.179 dan sudah dicetak sebanyak 11.395.085. Adapun target naskah UN yang dicetak untuk SMK sebanyak 4.043.676 dan sudah dicetak 3.173.395. Total target naskah yang harus dicetak untuk SMA/SMK sebanyak 16.567.855 dan sudah dicetak sebanyak 14.568.480.

Mendikbud mengatakan, pemantauan perkembangan pencetakan naskah UN ini dilakukan agar dapat mengidentifikasi jika terdapat potensi masalah yang muncul. Jika adalah masalah, kata dia, segera dapat ditangani, sehingga tidak mengganggu persiapan pelaksanaan UN. “Potensi-potensi masalah bisa teridentifikasi awal,” katanya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan pencetakan naskah UN melalui laman www.kemdikbud.go.id. . “Kemendikbud ingin memastikan bahwa bukan saja kita yang memonitor perkembangan persiapan, tetapi juga masyarakat diundang langsung untuk memonitor,” katanya.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Nizam mengatakan, selain pencetakan bahan kertas juga disiapkan braille untuk peserta ujian berkebutuhan khusus. Sampai hari ini, kata dia, pencetakan sudah selesai 100 persen untuk SMPLB dan SMALB termasuk untuk sekolah inklusi. “Panitian UN juga mencetak CD untuk listening comprehension dan sudah selesai 100 persen,” katanya.

Nizam mengatakan, meskipun pencetakan naskah sudah selesai 100 persen, namun tidak langsung dikirim, tetapi dikirim sesuai jadwal. Rencana distribusi, kata dia, pada 29 Maret telah sampai di gudang provinsi. “Kecuali untuk daerah yang distribusinya sulit seperti Maluku harus dikirim lebih awal,” katanya.

Nizam menambahkan, meskipun UN pada tahun ini sudah tidak menentukan kelulusan siswa, tetapi pengamanan naskah UN di provinsi, kabupaten/kota sampai titik penyimpanan terakhir tetap mengikuti prosedur operasional standar yang ditetapkan. “Hanya di sekolah tidak menghadirkan polisi, sehingga tidak terkesan mengerikan bagi siswa. Kehadiran polisi hanya sampai di titik penyimpanan terakhir,” katanya. (***)

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

12 Responses to "Pengiriman Naskah UN SMA/SMK Sudah mencapai 87,93%"

  1. Kayaknya soal un smakin sulit tahun ini mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru lebih enak kok, selain hanya 5 paket, penentu kelulusan adalah sekolah asal bukan dari hasil nilai dari UN

      Delete
    2. ya mas memang pnentu itu sekolah, tp kn juga diliat dr hasil us dan raport

      Delete
    3. nah itu yang perlu di benahi, tapi biasanya sekolahan ada kebijkan khusus untuk itu

      Delete
    4. ya kayajnya sh gtu mas, ndk mungkin kn skolh ngjlekin namanya

      Delete
    5. iya, kecuali memang ingin perlahan-lahan sekolah ingin namanya buruk, tpi di balik itu semua ada sisi baik dan sisi buruknya

      Delete
  2. Semoga bisa terdistribusi dengan baik ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, agat pelaksanaan un lebih baik dari tahun sebelumnya

      Delete
  3. nggak terasa sudah mau tamat lagi ya pak dan nggak stress lagi gurunya soalnya penentu kelulusan adalah sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas, itu jadi PR sekolah agar bisa mendidik anak didiknya dan menghasilkan lulusan yang berkualitas tidak hanya berpaku pada nilai hasil saja

      Delete

Terimakasih kunjungan anda. ( Fast Respont comment dengan akun google anda )

Jadilah Pembaca Yang Bijak Dengan meninggalkan jejak jika Artikel di volimaniak membantu anda

Aturan Koment :
> No link aktif ( Link aktif Tidak akan di tampilkan )
> sesuai topik Artikel
> kritik dan saran membangun
> seputar pertanyaan
> Saya akan berkunjung balik ke blog sobat secara rutin

Mohon maaf jika koment di balas telat

Admin ucapkan terimakasih atas kunjungan anda dan support anda untuk kemajuan blog ini.