MACAM-MACAM DOPING

Doping itu apa sih?, pastinya anda sudah sering mendengar apa itu doping, tapi artinya pun belum tentu banyak yang tahu, doping sendiri bisa dikatakan sebagai sarana menambah kepercayaan diri, atau untuk mencapai kemenangan dengan memaksakan jantung agar lebih memacu lebih keras.

Bahaya doping memang tidak terjadi dalam beberapa waktu singkat, tetapi cenderung akan muncul dalam waktu yang lama. untuk lebih mengenal doping silahkan anda bisa menyimak pengertian doping

Biasanya doping di gunakan para olahragawan untuk bisa memenangkan suatu even lomba, tak terkecuali sekarang ini banyak para artis menggunakan doping sehingga mereka mampu bekerja 24 jam penuh, tapi apa hasilnya, lama kelamaan akan muncul penyakit yang susah di sembuhkan dan berkahir kematian, Ok mari kita bahas apa sih macam-macam doping itu, berikut rincian dari volimaniak yang bisa saya sampaikan ;
http://www.volimaniak.com/

Pada Kongres Ilmiah Olahraga Internasional yang diadakan pada saat berlangsungnya Olympiade Tokyo 1964, doping telah didefinisikan sebagai pemberian kepada, atau pemakaian oleh, seorang atlet yang bertanding, suatu zat asing melalui cara apa pun, atau suatu zat yang fisiologis dalam jumlah yang tak wajar, atau diberikan melalui cara tak wajar dengan maksud/tujuan khusus untuk meningkatkan kemampuan si atlet secara buatan dengan cara yang tidak jujur.

Larangan Penggunaan Doping

IOC memberikan batasan tentang konsep dasar meliputi dua pengertian yaitu : penggunaan bahan yang dilarang dan penggunaan metode yang dilarang. Adapun alasan pelarangan doping meliputi :
  1. Alasan Etis : Penggunaan doping melanggar norma Fair Play dan sportivitas yang merupakan jiwaolahraga.
  2. Alasan Medis : Penggunaan doping membahayakan keselamatan pemakainya, atlet akan mengalami habituation (kebiasaan) dan addiction (ketagihan) serta drugs abuse (ketergantungan obat) yang dapat membahayakan jiwanya.

Pembagian Golongan Dan Macam – Macam Zat Doping

Setiap tahun Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengeluarkan daftar obat doping dan setiap tahun daftar obat-obatnya berubah. Obat doping ini dibagi atas tiga kelompok besar.
  1. Pertama, kelompok zat yang dilarang : yaitu golongan stimulan (perangsang), golongan narkotik analgesic, golongan anabolik steroid, golongan betablocker, golongan diuretika, serta golongan peptide hormons dan analognya.
  2. Kedua, metode yang dilarang : doping darah (infus), memakai administrasi cara memasukkan oksigen atau infus ke dalam tubuh, cara farmakologi, cara kimia, cara fisik, manipulasi farmakologi, kimia dan fisik.
  3. Ketiga, kelompok zat yang dilarang dan dalam batasan tertentu dibolehkan : yakni alkohol, mariyuana, lokal anastektik (penghilang rasa sakit), steroid (pembangun jaringan), dan betabloker (penenang).
Selain ketiga hal diatas ada juga makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi oleh para atlet yang dipercaya dapat meningkatkan kinerja fisik dan menambah energi.

Pertama, Golongan Zat Doping Yang Dilarang
  • Golongan Stimulan : Golongan Stimulan (Upper) adalah jenis zat yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.
  • Golongan Narkotik Analgesik : Obat saraf dan otot golongan analgesik atau obat yang dapat menghilangkan rasa sakit/obat nyeri sedangkan obat antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh. Jenis ini sering dipakai para atlet wanita dengan tuujuan sebagai penghilang rasa sakit ketika haid menjelang.
  • Golongan Anabolik Steroid : Salah satu jenis doping yang paling sering digunakan para atlet adalah obat-obatan anabolik, termasuk hormon androgenik steorid. Steroids merangsang sel otot dan tulang untuk membuat protein baru. Dikalangan para olahragawan, penggunaan obat golongan ini dimaksudkan untuk menambah massa otot. Golongan obat ini seperti testosteron sudah banyak diproduksi secara sintetik.
  • Golongan Penghalang Beta (Betablocker) : Zat doping ini biasanya digunakan oleh pemanah dan penembak dengan tujuan meningkatkan ketenangan, mengurangi tangan gemetar, menurunkan denyut jantung agar lebih mudah berkonsentrasi adalah obat yang tergolong betablocker. Obat ini digunakan dokter untuk mengobati penyakit jantung, yaitu mengurangi palpitation (jantung berdebar) dan menurunkan tekanan darah akibat tekanan darah tinggi. Yang termasuk obat golongan betabloker adalah Metoprolol, Propranolol, dan Atenolol.
  • Golongan Diuretika  : Diuretik bermanfaat dalam pengobatan berbagai penyakit yang berhubungan dengan retensi abnormal garam dan air dalam kompartemen ekstraseluler tubuh, biasanya dirujuk sebagai edema. Pada umumnya, diuretik adalah suatu zat yang meningkatkan laju ekskresi urin oleh ginjal, terutama melalui penurunan reabsorbsi tubular ion natrium dan airnya dalam tubulus ginjal yang setara secara osmotik. Penimbunan cairan berlebih dalam kompartemen ekstraseluler dapat disebabkan oleh kegagalan jantung, sirosis hati, gangguan ginjal, toksemia kehamilan, atau akibat sampingan obat (Rahardja dan Tjay, 2002). Obat ini biasanya digunakan oleh atlit yang kelebihan berat badan dengan cara mengeluarkan cairan tubuh sebanyak-banyaknya (meningkatkan produksi dan pengeluaran air seni). Banyak dan cepatnya pengeluaran air seni ini akan cepat menurunkan berat badan sebab 60 persen dari berat badan manusia terdiri atas air. Contoh zat : Acetazolamid, Amiloride, Conrenone dan senyawa sejenis.
  • Golongan Peptida Hormon : Yang termasuk zat golongan peptida hormon adalah Andronocorticotropic hormon, Erithropoletin, Gonadrotropin, Growth hormon, dan Relasing faktor substansi tersebut.
Kedua, Metode Doping Yang Dilarang
  • Suntikan eritropoetin dan menyuntikkan darah. Cara ini akan meningkatkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Fungsi sel darah merah melalui hemoglobin adalah mengangkut oksigen. Dengan jumlah oksigen yang cukup bagi seluruh tubuh, proses pembakaran akan berjalan lancar sehingga energi yang dihasilkan akan bertambah. Cara ini biasanya untuk atlet yang memerlukan daya tahan lama. Misalnya, untuk lari jauh, maraton, thriatlon, sky, berenang 800 m, dan balap sepeda jarak jauh.
  • Manipulasi farmalogik kimia dan fisik. Yaitu penggunaan bahan atau metode yang mengubah, mencoba mengubah kejujuran dan validitas sampel dalam pengawasan doping. Termasuk didalamnya tanpa pembatasan, pemberian diuretika, menghambat ekresi ginjal dan pengubahan pengukuran testoteron dan epitestoteron. Dengan kata lain pengguna doping memakan obat-obatan tertentu dengan tujuan agar zat doping yang digunakan tidak terdeteksi pada saat dilakukan pengetesan.
Ketiga, Kelompok zat yang dilarang dan dalam batasan tertentu dibolehkan

Terkadang tanpa disengaja dan tanpa sepengatuan pelatih atau dokter tim, atlet menggunakan obat-obatan untuk mengobati sakitnya, misalnya flu, diare, pusing dan lain sebagainya. Namun, obat obatan tersebut ternyata mengandung salah satu zat doping sehingga setelah dites ternyata atlet positif menggunakan doping. Untuk menghindari hal tersebut atlet harus mengetahui obat-obatan yang boleh dikonsumsi yaitu sebagai berikut :
  • Antasida dan anti diare yang tidak mengandung codein dan opium, seperti : acinomr, alcap, aludrox, prodexin dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Anti mual dan muntah, seperti : anaos, antivert, avimare, torecan, vertogon, vomec dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Anti asma dan alergi dalam bentuk aerosol, seperti : albuterol, alotec, alupent, asmaten dan obat sejenis. Anti asma dan alergi tanpa mengindahkan formula, seperti : amono-dur, asmafil, atrovent, dan obat sejenis. Obat anti histamin, seperti : actidil, actidilon, dimentane, dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Obat batuk sirup, seperti : bisolvon, cosylan, dexytophan, dan obat sejenis. Obat batuk tablet, seperti : astomin, balminil, bisolvon, tablet isap, lysobex, dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Obat dekongestan hidung, seperti : acetamol, acetard, aluprin, aspirin (bayer), dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Obat penenang, seperti : abasin, slhoralol, dalmane, doriden, dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Obat kontrasepsi, seperti : anacylin, brevinor, conova 30, demulen 50, axuton, fekulen, mikronovum, minilyn ovral, ovrat, dan obat sejenis yang bahan dan komposisinya sama.
  • Bahan-bahan atau zat-zat yang penggunaannya dengan ketentuan khusus yaitu :
  1. Connabinoids : penggunaannya diatur pihak yang berwenang dan bila pihak berwenang mengharuskan dilaksanakan tes maka disiapkan pengujian tes untuk connabinoids (misalnya marijuana, hashish).
  2. Anestesi lokal, diperbolehkan hanya dalam pemberian suntikan lokal dan berdasarkan pertimbangan medik serta berhubungan dengan anestesi lokal seperti : bipivacaine, lidocain, mepivacaine (tapi bukan cocain), vasokontriktor (misalnya andrenalin).
  3. Kortikosteroid jika diberikan secara sistematik dilarang, tetapi jika diberikan secara anal, aural, dermatologikal, dan opthalmologikal diperbolehkan dan jika diberikan dengan cara suntikkan kortikosteroid intraartikular dan lokal diperbolehkan.
Bahan- bahan yang terlarang dalam cabang olahraga khusus :
  1. Alkohol
  2. Penggunaan alkohol dilarang karena berbagai alasan dan berdasarkan peraturan yang berlaku, dalam cabang olahraga seperti : Balap mobil, Biliar, Terbang layar, Ski, Sepak bola dll.
  3. Beta bloker
  4. Penggunaannya dilarang karena berbagai alasan dan berdasarkan peraturan yang berlaku dalam cabang olahraga : Terbang layang, Panahan, Menembak, Balap sepeda, dll.
  5. Diuretik
  6. Penggunaannya dilarang karena berbagai alasan dan berdasarkan peraturan yang berlaku dalam cabang olahraga : Boxing, Karate, Judo, dll.
    Makanan dan minuman yang yang sering dianggap dapat meningkatkan kinerja fisik
  7. Alkohol
  8. Alkohol yang terkandung dalam minuman keras seperti bir, wiski, dll mempunyai pengaruh pada vasodilatasi sehingga dapat melebarkan pembuluh darah perifer, menyebabkan kulit kemerah-merahan, dan terasa hangat.
    Di samping itu, alkohol termasuk minuman penghasil energy instan, namun penggunaan alkohol merugikan tubuh sebab alkohol mempunyai sifat depresan terhadap syaraf pusat, mempercepat kelelahan karena memproduksi asam laktat, mengganggu kerja syaraf, menghambat waktu reaksi, mempengaruhi reflek, kecepatan dan koordinasi menjadi lambat, dan merupakan zat diuretic yang menyebabkan dehidrasi.
  9. Kafein
  10. Kafein yang banyak terkandung didalam kopi, mempunyai manfaat sekaligus efek yang merugikan bagi kesehatan. Jika dikonsumsi dalam takaran yang wajar dan tepat, maka kafein dapat memberikan manfaat, dan begitu juga sebaliknya.
    Kafein pada kopi, coklat dan koka berpengaruh terhadap perangsangan otot jantung, sehingga meningkatkan frekwensi kontraksi, merangsang susunan saraf yang menjadikan organ lebih siaga dan mempunyai efek vasodilatasi pada pembuluh darah perifer. Selain itu kafein juga merangsang mobilisasi lemak sehingga dapat meningkatkan prestasi aerobic, melindungi liver serta mengembangkan memori.
    Didalam dunia olahraga kafein termasuk didalam kategori doping. Jika didalam darah seorang atlet ditemukan kadar kafeinnya melebihi 12 mkg/ml, maka yang bersangkutan digolongkan sebagai pengguna doping. Kafein dapat meningkatkan level dopamin seseorang, yaitu neurotransmitter otak yang mengaktifkan pusat rasa gembira seperti halnya heroin, meski dalam tingkat aktivitas yang rendah.
    Kafein juga memberikan manfaat untuk menghilangkan rasa nyeri setelah habis berolah raga yang berlebihan yang biasanya timbul setelah beberapa hari kemudian.
  11. Gula
  12. Gula termasuk karbihidrat sederhana yang mudah diserap di usus halus untuk menghasiklan energi guna kinerja fisik.
  13. Ginseng
  14. Ginseng merupakan bahan berupa akar-akaran dari korea yang mengandung dametrene triol oksida, yang mempunyai efek merangsang sekresi andrenalin dalam tubuh sehingga membuat orang lebih aktif.
    Ginseng biasanya dikonsumsi dalam bentuk cairan, kapsul, obat-obatan, dan jamu. Sampai saat ini belum ada larangan penggunaan ginseng bagi olahragawan.
  15. Protein
  16. Pemakaian suplemen protein pada atlet dipercaya dapat meningkatkan ukuran otot sehingga kekuatan otot akan bertambah dan dapat mengurangi lemak tubuh.
    Penggunaan ekstra protein dapat berupa menambah konsumsi bahan makanan sumber protein terutama protein hewani seperti daging dan telur. Sebenarnya kebutuhan protein relatif sedikit sehingga apabila asupan makanan sehari telah mencukupi kebutuhan zat gizinya termasuk protein maka suplemen protein tidak diperlukan lagi.
  17. Multivitamin
  18. Vitamin dapat meningkatkan mempengaruhi prestasi seorang atlet, hal tersebut terjadi jika asupan vitamin dari makanan yang dikonsumsi belum mencukupi. Namun jika asupan vitamin yang dikonsumsi dalam makanan yang dimakan sudah mencukupi, maka seorang atlet tidak memerlukan lagi mengkonsumsi multivitamin.
    Bagi atlet yang perlu pembatasan berat badan, misalnya senam, tinju, atau angkat besi yang membatasi konsumsi makanannya untuk mempertahankan berat badan perlu mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan vitamin dan mineralnya terutama zat besi.
    Untuk atlet wanita yang sedang menstruasi kebutuhan vitamin dan mineralnya akan meningkat dikarenakan banyak zat yang dibuang melalui darah menstruasi.
    Demikian juga untuk atlet vegetarian, sangat membutuhkan suplemen vitamin khususnya vitamin B12 untuk mencegah anemia karena sumber vitamin ini berasal dari makanan hewani. Namun penggunaan multivitamin harus sesiau dosis dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan hipervitaminosis.
  19. Madu
  20. Madu merupakan jenis minuman yang diyakini dapat meningkatkan kinerja dan prestasi. Sebenarnya kandungan yang terdapat dalam madu hampir sama dengan gula yang beredar dipasaran seperti gula pasir, gula kelapa, dan gula aren.
  21. Telur Mentah
  22. Beberapa orang meyakini bahwa dengan meminum telur mentah akan membuat fisik lebih tangguh. Hal tersebut banyak dilakukan oleh pekerja berat atau olahragawan yang mengharapkan prestasi kerja maksimal. Namun secara fisiologis otot manusia hanya dapat menyerap zat gizi dalam telur apabila dalam keadaan masak.

    Dalam putih telur terdapat zat avitin yang bersifat merusak vitamin A. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan mengkonsumsi telur mentah justru merugikan tubuh sebab tidak ada zat gizi yang tidak dapat diserap oleh saluran cerna.

    Telur yang dikonsumsi hanya lewat saluran pencernaan dan selanjutnya dibuang dalam bentuk faeces sehingga makan telur mentah dapat diibaratkan dengan memberi makan kloset. Selain itu, fungsi organ tubuh seperti mata dapat terganggu karena rusaknya vitamin A.

    Meskipun efek suplemen dapat merugikan bagi penggunannya, namun ada juga suplemen yang memang dibutuhkan untuk memenuhi gizi atlet. Namun penggunaan suplemen harus dipertimbangkan dengan baik. Adapun pertimbangan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
    • Suplemen dapat diberikan jika atlet menderita kekurangan zat-zat gizi tertentu yang mungkin terjadi pada saat : mengikuti program penurunan berat badan, menstruasi bagi atlet wanita, variasi makanan kurang baik (atlet vegetarian)
    • Penggunaan suplemen makanan harus dalam pengawasan dokter atau ahli gizi olahraga.
    • Dalam penggunaannnya perlu diingat tingkat toksisitas vitamin dan mineralnya.
    Selain itu dipasaran banyak beredar minuman kesehatan atau minuman pembangkit tenaga yang diyakini dapat membantu memelihara kesehatan dan menambah stamina serta meningkatkan prestasi olahraga. Merk dari produk minuman energi tersebut antara lain : Extra joss, Hemaviton, Panther, M150, Fit Up, Kraktingdaeng dll.

    Produsen minuman-minuman tersebut mempromosikan secara besar-besaran dimedia dengan khasiat beraneka ragam seolah-olah merupakan minuman ajaib. Namun jika dalam mengkonsumsi minunan tersebut secara terus-menerus akan berdampaknegatif, karena dalam minuman tersebut banyak terkandung zat-zat seperti taurine, cafein, inositol, sukrosa, asam sitrat dan zat-zat sejenis serta vit B1, B2, B3, B5, B6, B12 dan zat pewarna dan pemanis buatan yang apabila dikonsumsi secara terus menerus justru akan merugikan tubuh.

    Ada juga produsen yang mengeluarkan produk – produk minuman pengganti ion / cairan tubuh yang hilang pada saat beraktivitas, yang sekarang ini banyak digunakan oleh para atlet pada saat berolahraga.

    Minuman tersebut biasa digunakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan prestasi, atlet perlu memperhatikan minumannya baik dalam latihan, persiapan pertandingan, saat pertandingan maupun setelah pertandingan. Minuman – minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi para olahragawan yaitu yang mengandung :
    1. Cairan bersifat hipotonik (kadar gula < 2.5 gram/100 cc air). Akan lebih baik apabila isotonik (larutan intraseluler dan extraseluler seimbang).
    2. Minuman yang bersuhu 8 – 13o C (umumnya 10o C).
    3. Minum minuman sebanyak 100-400 cc, dalam jangka waktu 10-15 menit sebelum bertanding.
    4. Selama bertanding, minum 100-200 cc setiap 10-15 menit terutama pada saat bertanding ditempat yang panas.
    5. Mengkonsumsi minuman pengganti ion pada saat berolahraga memberikan keuntungan bagi atlet yaitu dapat mengembalikan jumlah cairan yang hilang karena keringat, volume darah tetap terjaga, pengamgkutan nutrisi dan pembuangan panas tetap lancar.
    6. Setelah bertanding, minum lebih banyak dari biasanya untuk mengganti elektrolit yang hilang lewat keringat.
    7. Cacat berat badan untuk mengestimasi terjadinya kekurangan cairan.
    8. Minuman-minuman tersebut yang banyak beredar dipasaran yaitu seperti : Mizone, Pocary Sweat, Vitazone, Powerade Isotonik dan lain sebagainya.
Demikian informasi yang bisa volimaniak sampaikan mengenai beberapa jenis doping, semoga bisa bermanfaat dan saya ingatkan jangan sekali-kali anda mencoba untuk meningkatkan kualitas fisik anda dengan doping, percaya akan kemampuan diri sendiri lebih baik.

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak: