Jenis-Jenis Tari Tunggal Nusantara Dan Sifat Tari Tunggal

Jenis-Jenis Tari Tunggal Nusantara. Tari tunggal adalah bentuk penyajian tari yang bisa ditarikan seorang penari. Bentuk tariannya berdiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan penampilan tari sebelumnya. Dalam tari tunggal, seorang penari memerankan seorang karakter atau tokoh. Oleh karena itu, penari tari tunggal dituntut untuk tampil matang dan terampil.

Seperti yang kita ketahui bahwa tari di indonesia dapat di bedakan menjadi Tari Tunggal dan Tari Kelompok, sedangkan contohnya juga sudah saya jabarkan lengkap pada postingan saya belumnya, untuk mengenal lebih dalam tari tunggal nusantara, setidaknya anda juga harus tahu apa saja macam-macam tari tunggal nusantara itu, serta setiap tari memiliki sifat yang berbeda-beda, termasuk tari tunggal juga memiliki sifat yang memiliki ciri khas.

Sifat tari tunggal menuju ke arah psikologis yang akan menjadikan seseorang sebagai subjek atau objek dalam suatu kegiatan. Sifat tari tunggal terdiri atas:
  1. Lirik, yaitu sifat tarian yang memusatkan pada subjek atau keadaan diri pribadi, seperti bahagia, haru atau senang.
  2. Epik, yaitu sifat tari yang mengarah pada nilai luar diri, seperti kagum atau manja.
  3. Dramatik, yaitu sifat tari perpaduan antara lirik dan epik.
Jika pada kesempatan lalu sudah saya uraikan mengenai Contoh tari berapasangan dan juga Fungsi tari, untuk lebih jelas lagi yuk kita pelajari juga Jenis Tari Tunggal Nusantara. langsung saja berikut penjelasannya;

Jenis Tari Tunggal Nusantara


Jenis-jenis tari tunggal nusantara dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tari tradisional, tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi. Mari cermati uraiannya satu persatu.

a. Tari Tradisional

jenis tari tunggal nusantaraTari tunggal yang berasal dari tari tradisional terdapat di setiap daerah dengan versi yang berbeda-beda. Tari tradisional diwariskan secara turuntemurun. Tarian tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tema masing-masing daerah. Tari tradisional akan mengalami perubahan oleh pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat meningkatkan alur budaya daerah tersebut. Contoh tari tradisional adalah tari Kemakmuran, tari Tani, dan tari Nelayan.

b. Tari Rakyat

Tari rakyat adalah tari yang hidup dan berkembang di kalangan rakyat. Pada zaman penjajahan, perkembangan tari rakyat terjadi pada dua lingkungan, yaitu lingkungan istana dan lingkungan rakyat. Pada dasarnya, bentuk dan tujuan tari rakyat mencerminkan berbagai kepentingan yang ada pada lingkungannya, seperti pada saat panen padi. 

Ciri-ciri tari rakyat, antara lain: bentuknya yang tradisional, primitif, bersifat komunal (bersama), gerak yang sederhana dan sering diulang, serta pola lantai sederhana. Contoh tari rakyat adalah tari Kuda Kepang dan tari Topeng Babakan.

c. Tari Klasik

Tari klasik adalah tarian yang mempunyai nilai artistik tinggi dan dijadikan tolak ukur bagi karya seni zaman kuno. Oleh karena itu, tari bersifat klasik langgeng (abadi) dan bernilai kekal (tetap atau tidak berubah). Namun, gerak tari klasik sederhana, serasi, dan tidak berlebihan. Gaya tari klasik berasal dari keraton atau istana. Bentuk, gaya, dan gerakan tari klasik gemulai dan kalem.

d. Tari Kreasi

Tari kreasi adalah tarian yang gerakannya merupakan perkembangan dari gerak tari tradisional. Pola-pola tarian tradisional dikembangkan menjadi bentuk tari kreasi. Dengan demikian, pola-pola tarian pada tari kreasi masih bertolak dari tari tradisional.

Baca Juga : Contoh Tari Tunggal Nusantara

Demikianlah sedikit penjelasan dari saya mengenai Jenis Tari Tunggal dan Sifat Tari Tunggal, semoga menambah pengetahuan kita semua, dan menjadi refrensi dalam belajar tari, jangan lupa di share ke teman-teman anda semua ya, biar juga tahu.

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

close