SENAM LANTAI

Senam lantai merupakan olahraga yang tergolong dalam kategori senam, senam sendiri sebenarnya di bagi menjadi beberapa bagian di antaranya adalah senam lantai, senam alat, senam irama, senam aerobik. untuk lebih mengasah pengetahuan anda dalam mempelajari bidang olahraga tertentu, tidak ada salahnya jika anda mengenal lebih lanjut apa itu senam lantai?

dari sumber wikipedia dikatakan bahwa Senam lantai (bahasa Inggris: floor exercise) adalah salah satu bagian dari rumpun senam. Sesuai dengan istilahnya, maka gerakan-gerakan senam dilakukan di atas lantai yang beralaskan matras atau permadani. Senam lantai sering juga di sebut dengan senam bebas, sebab pada waktu melakukan gerakan tidak membawa alat atau menggunakan alat.

http://www.volimaniak.com/Senam lantai menggunakan area yang berukuran 12 X 12 m dan dapat ditambahkan matras sekeliling area selebar 1 meter untuk menjaga keamanan pesenam yang baru melakukan latihan atau rangkaian gerakan. Unsur-unsur gerakannya terdiri mengguling, melompat berputar di udara, menumpu dengan dua tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang pada waktu melompat ke depan atau ke belakang. Bentuk gerakannya merupakan gerakan dasar senam perkakas, bentuk latihannya pada putera maupun puteri pada dasarnya adalah sama, hanya untuk puteri dimasukkan unsur-unsur gerakan balet.

dari pengertian senam lantai diatas sudah jelas sudah bahwa sebenarnya senam lantai adalah gerakan-gerakan yang mengutamakan kelenturan badan, dan hampir melibatkan semua otot tubuh, untuk lebih lanjut berikut info terkait senam lantai yaitu sejarah senam lantai dan juga beberapa definisi lain dari senam lantai.

Sejarah dan hakekat senam lantai


Senam (gymnastic) berasal dari kota Yunani kuno. Gymnas berarti telanjang. Bangsa Indonesia mengenal olahraga senam sejak tahun 1963 ketika berlangsung olahraga Ganefo 1 di Jakarta. Perkembangan senamdi Indonesia
cukup pesat dengan terbentuknya organisasi senamIndonesia, yaitu Persatuan Senam Seluruh Indonesia atau disingkat PERSANI.
Untuk mengetahui pengertian senam kita harus mengetahui ciri-ciri dan kaidah-kaidah dalam senam lantai yaitu:
  1. gerakan-gerakannya selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja
  2. gerakan-gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah ketrampilan, meningkatkan keindahan gerak, meningkatkan kesehatan tubuh).
  3. gerakannya harus selalu tersusun dan sitematis.

Pengertian senam lantai

Berikut ini ada beberapa pengertian senam lantai yaitu::
  1. Senam lantai adalah bentuk latihan tubuh yang diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan gerak yang beraturan dan berkesinambungan. • 
  2. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras, unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar diudara dengan menumpu pada tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau meloncat kedepan atau kebelakang. • 
  3. Senam lantai diartikan sebagai setiap bentuk latihan fisik yang disusun secara sitematis dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu. • 

Tujuan senam lantai

Dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam senam lantai memiliki tujuan untuk :
  1. membentuk dan mengembangkan otot tubuh
  2. mengembangkan kualitas fisik
  3. membentuk keindahan tubuh
  4. 4memelihara kebugaran jasmani.

Macam-macam gerakan senam lantai

Sebenarnya di volimaniak juga sudah saya perjelas lengkap dengan gambar mengenai jenis senam lantai, anda bisa membaca lebih lanjut dan lengkapnya di :  macam-macam gerakan senam lantai
  1. Berguling ke depan (Roll Depan)
  2. Cara melakukannya sebagai berikut:
    • Sikap permulaan jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
    • Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada. 
    • Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
    • Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
    • Kembali berusaha bangun.
    Kesalahan dalam guling depan(roll depan) :
    • Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat(dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat).
    • Tumpuan salah satu atau kedua tangan kurang kuat sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke samping
    • Bahu tidak diletakkan di atas matrass saat tangan dibengokkan.
    • Saat gerakan berguling ke depan kedua tangan tidak ikut menolak.
    • Cara memberi bantuan guling ke depan(roll depan) :
    • Pegang kepala bagian belakang pelaku.
    • Membantu mendorong punggung pelaku saat aan duduk.
    • Membantu mengangkat panggul dengan menempatkan tangan di sisi kedua paha.
    • Membantu menekukkan kepala pelaku dan menempatkannya di lantai antara kedua tangan.
  3. Guling ke belakang (Back Roll)
  4. Posisi awal guling ke belakang :
    • Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
    • Kepala menunduk dan dagu rapat ke dada.
    • Kedua tangan berada di samping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas.
    Geraan selanjutnya adalah :
    • Jatuhkan pantat ke belakang badan tetap bulat.
    • Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang kepala.
    • Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
    • Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan sejajar bahu, lalu berdiri.
    Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling kebelakang :
    • Penempatan tangan terlalu jauh kebelakang, tidak bisa menolak.
    • Keseimbangan tubuh kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini disebabkan karenasikap tubuh kurang bulat. 
    • Salah satu tangan yang menumpu kurang bulat, atau bukan telapak tangan yangdigunakan untuk menumpu diatas matras.
    • Posisi mengguling kurang sempurna. Hal ini disebabkan karena kepala menoleh ke s amping 
    • Keseimbangan tidak terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak)
  5. Berdiri Dengan Tangan (HANDS STAND)
  6. Cara melakukanya sebagai berikut:
    • Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
    • Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangansedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkaibelakang lurus.
    • Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
    • Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
    • Perhatikan keseimbangan.
    Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan gerakan handstand yaitu :
    • Pinggang terlalu melenting, Kepala kurang menengada
    • Siku-siku bengkok.
    • Penempatan tangan dilantai kurang atau terlalu lebar.
    • Arah jari tangan tidak kedepan dan jari tangan terlalu rapat.
    • Ayunan kaki keatas kurang baik (terlalu atau kurang kedepan dan lutut dibengkokkan).
    • Pada saat melemparkan kaki keatas bahu mundur kebelakang dan kepalakurang menengadah.
    • Menegangkan otot leher, bahu atau pinggang, sehingga menghambat gerakan.
    • Kurang usaha mempertahankan sikap hand stand untuk beberapa saat, sehingg cepat roboh. 
    • Waktu roboh melepaskan tangan tumpuan atau tidak menekuk kepala (untuk mengguling ke depan).
    Cara memberikan bantuan handstand yaitu:
    • Menopang/menahan panggul, belakang paha, kedua pergelangan kaki, danbahu si pelaku.
    • Bantuan dengan menopang pada bahu dilakukan untuk pelaku yang bahu,lengan, dan tangannya belum cukup kuat.
    • Bagi siswa yang belum dapat atau sukar melempar/mengayun satu kaki ke atas, dapat dilakukan pada tembok dengan dibantu mengangkat satu kaki.
  7. Berdiri dengan Kepala (Head Stand)
  8. Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
    • Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
    • Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badantidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
    • Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
    Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan headstand yaitu:
    • Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
    • Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
    • Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
    • Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan.
    • Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa sakit.Terlalu cepat/kuat pada saat menolak Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan.
    Cara memberi bantuan dalam gerakan headstand yaitu :
    • Karena panggul menjadi titik berat yang utama dalam bentuk sikap berdiri dengankepala, maka bantuan yang utama adalah :
    • Mengangkat dan menarik panggul.
    • Menopang panggul bagi pelaku yang dapat memindahkan panggul kedepan.
    • Memegang dan menahan kedua kaki pelaku, pegang pada ujung pergelangan kaki dan belakang paha atau panggul.

  9. Kayang
  10. Kayang adalah suatu bentuk atau sikap badan terlentang yang membusur bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki dengan lutut. Gerakan kayang akan mudah dilakukan apabila :
    • Memiliki kekuatan otot perut, punggung dan paha.
    • Memiliki kelentukan persendian bahu, ruas-ruas tulang belakang, dan persendian panggul.
    • Memiliki kekuatan lengan dan bahu untuk menopang.
    Sikap kayang dapat dilakukan dari sikap tidur dan berdiri : 
    Kayang dari sikap tidur 1.Sikap awal :
    • tidur telentang.
    • kedua lutut ditekuk, kedua tumit rapat pada pinggul.
    • kedua siku ditekuk dan telapak tangan melekat pada matras/lantai, ibu jaridisamping telinga.
    2. Gerakan ;
    • Badan diangkat keatas, kedua tangan dan kaki lurus.
    • Masukkan kepala diantara 2  tangan
    Kayang dari sikap berdiri 
    1.Sikap awal
    • Berdiri tegak .
    • Kedua tangan disamping kaki.
    2.Gerakan
    • Secara bersama-sama/satu tangan diayunkan ke belakang, kepala tengadah dan badan melenting ke belakang.
    • Tahan dan usahakan kedua telapak tangan menyentuh dan menapak pada matras/lantai.
    Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan kayang yaitu :
    • Jarak kedua tangan dan kaki terlalu jauh.
    • Siku-siku bengkok disebabkan kekakuan persendian siku dan bahu.
    • Badan kurang melengkung (membusur), disebabkan kurang lemas/lentuknya bagian punggung dan kekakuan pada otot perut.
    • Sikap kepala yang terlalu menengadah.
    • Kurang keseimbangan. 
    Cara memberi bantuan dalam gerakan kayang:
    • Posisi penolong disamping anak yang melakukan garakan kayang.
    • Membantu mengangkat dan agak membawa punggung/bahu pelaku.
    • Membantu menopang punggung/bahu pelaku dan membawanya perlahan ke bawah.
  1. Loncat Harimau (Tiger Sprong)
  2. Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll ke depan. Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke depan dan sikap akhir jongkok.
    Cara melakukannya sebagai berikut :
    • Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.
    • Dengan gerakan awalan jongkok melakukan gerakan meloncat ke depan atas dengan tolakan dua kaki, saat melayang kedua lengan lurus ke depan. 
    • Pada saat kedua tangan menyentuh, kepala menunduk ke dada antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras, lipat kedua kaki, selanjutnya mengguling ke depan dengan tangan lurus.
    • Sikap akhir jongkok terus berdiri.
  3. Meroda (Ratslag)
  4. Meroda atau gerakan baling-baling dilakukan ke samping untuk empat hitungan, tangandan kaki berputar seperti baling-baling.Meroda merupakan salah satu unsure gerakan senam lantai (floor exercise), dimana terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang. Cara melakukan latihan :
    • Lakukan latihan hand stand dengan baik dan sempurna.
    • Setelah Latihan hand stand , pindahkan berat badan ke kaki kanan bila meroda ke kanan ataukaki kiri bila meroda ke kiri.
    • Berurutan kaki kiri atau kanan menumpu kembali gerakanhand stand dan seterusnya.
    Gerakan meroda atau ratslag:
    Dimulai dengan berdiri, kedua tangan direntangkan ke atas, telapak tangan menghadap keatas depan, kepala tegak, kedua kaki dirapatkan. Tendangkan kaki lurus ke samping dangerakanlah ke arah matras atau lantai, lengkungkan pinggul dan lutut kiri sambil letakkan tangan kiri pada matras yang diikuti tangan kanan.Angkatlah kaki kanan ke atas dengan hentakkan kakikiri pada matras untuk bisa membuat sikap kangkang di atas kepala. Kembalikan dengan mendaratkan kaki kanan, kemudian kaki kiri dan sebaliknya hentakkan tangan anda agar bisa kembali tegak.
    Cara memberikan pertolongan :
    • Hand stand di tembok, kemudian kaki kiri dibuka lurus, selanjutnya jatuhkan ke sampingbadan dengan menekan tangan kanan. Kaki tetap dibuka hingga mendarat dilantai, diikutidengan bantuan guru dan teman yang lain dengan cara mengangkat badan ke sebelah kanandan menjaga pinggang.
    • Setelah dapat melakukan sendiri, latihan dilakukan dengan menempatkan rintangan di antarakaki dan tangan.
    Hal yang harus diperhatikan :
    • Saat melakukan meroda, kedua tangan dibuka lebar sama dengan lebar kaki.
    • Jalannya kaki dan tangan berurutan secara teratur ke arah samping kanan.
  5. Lompat Kangkang
  6. Lompat kangkang di atas peti lompat ada dua macam:a. Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut yaitu lompatan dengan membuat sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu. Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
    • Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi.
    • Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk, tangan dibuka gerakanke samping.
    • Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah atas.
    • Setelah kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat.5.
    • Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.
    Teknik pelaksanainnya sebagai berikut :
    • Sambil mengangkat panggul, ayun tungkai tinggi di atas garis horisontat.
    • Pada saat tangan bertumpu pada peti, badan merupakan satu garis lurus dan membuat sudutantara 20° - 30° dengan garis horizontal.
    • Setelah badan lurus, tekuk panggul dan buka kaki. Bersamaan dengan itu, tolakkan tangankuat-kuat pada peti lompat.
    • Angkat dada dan lewatkan kedua kaki dari peti.
    • Saat kedua kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan angkat lengan ke depan atas.
    • Mendarat dengan menekukkan lutut dan condongkan badan sedikit ke depan (menekuk panggul, akhiri dengan sikap sempurna).
    Kesalahan yang sering terjadi pada lompat kangkang :
    • Panggul kurang diangkat tinggi, sehingga tidak berhasil membuat sikap kangkang di atas peti lompat.
    • Lutut bengkok, kepala dan dada tidak terangkat pada saat tangan rnenyentuh peti.
    • Kedua lengan tidak lurus dan kepala terlalu ke depan, sehingga menyebabkan tangan tidak lurus dengan badan.
  7. Lompat Jongkok( Squat Voult)
  8. Gerakan lompat jongkok sebenarnya hamper sama dengan lompat kangkang tetapi padalompat jongkok kedua kaki rapat, jika lompat kangkang sudah di kuasai maka mudah untuk melakukan lompat jongkok. Cara melakukan lompat jongkok :
    • Ambil ancang awalan, kemudian berlari, selanjutnya lakukan kedua kaki meloncat ke atas.Kemudian kedua lengan menumpu pada peti lompat
    • Kedua tangan menolak kuat-kuat dan panggul di angkat tiggi, kemudian kedua kaki di tekuk dalam sikap jongkok pada saat melewati peti lompat kepala tegak.
    • Luruskan kedua kaki,kedua lengan di ayun ke atas sesaat sebelum mendarat.
    • Kemudian mendarat lunak, lutut di tekuk sedikit, dan jaga keseimbangan.
  9. Round off
  10. Sikap awal : Berdiri tegak, kedua kaki rapat, kedua lengan disamping badan. Cara melakukan gerakan round off:
    • Ayunkan kedua lengan keatas sejajar bahu lurus kedepan serong ke atas.
    • Sambil mengangkat dan melangkahkan kaki ke kiri ke depan, badan putar kesamping kiri.
    • Bersamaan dengan meletakkan kedua telapak tangan pada matras sejajar bahu, lemparkankaki kanan lurus ke atas, kemudian diikuti kaki kiri hingga pada posisi handstand.
    • Lemparkan kedua kaki sejauh mungkin.
    • Mendarat pada kedua kaki dan badan menghadap ke tempat semula.
    • Sikap akhir : Berdiri tegak, kedua lengan lurus ke atas serong kedepan, pandangan menghadap kearah permulaan mengambil awalan.

Peraturan senam

Peraturan senam Lantai adalah seperangkat aturan yang digunakan untuk menyelenggarakan kejuaraan senam, mengatur mekanismenya, serta membatasi atau menentukan siapa saja yangboleh turut serta di dalamnya, dan bagaimana nilai senam dihasilkan. Untuk kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat Internasional, peraturan yang berlaku adalahperaturan yang dikeluarkan oleh FIG (Federation Internationale de Gymnastique) yaitu badansenam Internasional. Peraturan itu dirangkum dalam buku yang dinamakan technical regulation(peraturan teknik) yang berlaku atau mencakup aturan untuk semua disiplin senam dan code of points yang berlaku khusus untuk masing-masing disiplin.

Jenis Pertandingan

Dalam kejuaraan senam biasa diberlakukan empat jenis kompetisi, yang biasa disebut sebagai kompetisi I, kompetisi II, kompetisi III, dan kompetisi IV. Kompetisi I, atau disebut juga kompetisi penyisihan, diselenggarakan untuk mencari regu atau peserta individual yang bias berlanjut ke kompetisi selanjutnya. Pada kompetisi ini baik peserta beregu maupun peserta individual harus bertanding di semua alat, dengan menampilkan rangkaian bebas. Yang dimaksud peserta beregu adalah enam orang pesenam yang mewakili satu negara/daerah. Hasil kompetisi ini akan menentukan:
  • 36 pesenam putra dan 24 pesenam putri terbaik yang akan menjadi finalis serba bisa dikompetisi II.
  • 8 pesenam terbaik (baik putra maupun putri) dari setiap alat, yang akan menjadi finalisdisetiap alat, di kompetisi III.
  • 8 regu terbaik, yang akan melaju ke final beregu di kompetisi IV.
  • Kompetisi II (kejuaraan perorangan serba bisa). Kompetisi II dimaksudkan untuk mencari juara perorangan serba bisa (seluruh alat), dengancara menjumlahkan nilai pesenam dari seluruh alat. Pesenam yang nilainya tertinggi dalamseluruh alat menjadi juara serba bisa atau sering juga disebut All Around Champion. Sepertidikatakan sebelumnya, finalis di kompetisi II ini berjumlah 36 orang (pa) dan 24 orang (pi),dengan ketentuan dari satu daerah tidak boleh lebih dari 3 orang pesenam.
  • Kompetisi III (kejuaraan perorangan peralat). Kompetisi ini akan menentukan juara dari setiap alat yang dipertandingkan: 6 alat Artistik putra, 4 alat Artistik putri dan 4 alat senam ritmik. (Khusus untuk senam ritmik walaupun alatnyaada 5 alat, tetapi yang dipertandingkan dalam kejuaraan besar hanya 4 alat. Biasanya, tiap tahunalat yang dipertandingkan berubah-ubah). Peserta kompetisi III pada setiap alat adalah 8 orang
Demikian informasi dari volimaniak mengenai materi senam lantai, semua materi diatas bisa anda susun untuk tugas pembuatan makalah senam lantai semoga bisa bermanfaat dan membantu anda dalam memahami olahraga cabang senam,

Dapatkan Info Terbaru dari Volimaniak:

close